Menjadi Tuan Rumah G20, Indonesia Tunjuk Milenial Sebagai Juru Bicara Presiden

Kabar terkini- Adalah Maudy Ayunda yang dipilih mewakili kaum milenial untuk menjadi juru bicara Presiden Jokowi pada pembukaan pertemuan ekonomi G20 di Bali Indonesia. Namun, penunjukan Maudy Ayunda sebagai juru bicara pemerintah dalam Presidensi G20 Indonesia menuai polemik.

Sebagai wajah Indonesia di dunia internasional, pengalaman dan kapabilitas aktris serta penyanyi berusia 27 tahun itu dipertanyakan. Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Airlangga Irfan Wahyudi kepada Bloomberg menyebut, kendati penunjukan Maudy terbilang masuk akal untuk menjangkau anak muda, namun, Indonesia butuh sosok yang lebih representatif.

Agar tidak ada anggapan penggunaan anak muda hanya dilihat sebagai gimik, bukan sebagai fungsi strategis. Pemerintah pun telah angkat bicara terkait ini. Penunjukan Maudy diklaim tak sembarangan dan bermaksud untuk menggaet kalangan milenial.

Polemik Penunjukan Ayunda

Peneliti Politik di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati menilai, Presidensi G20 saat ini berada di situasi global yang terpolarisasi karena dampak invasi Rusia ke Ukraina. Menimbang situasi global yang tengah pelik dan sensitif, menurut dia, dibutuhkan sosok juru bicara yang mampu menjembatani friksi antarsesama anggota G20.

Ada baiknya juru bicara itu merupakan sosok diplomat senior yang malang melintang menjadi juru damai. Sehingga penunjukkan MA (Maudy Ayunda) akan tepat kalau itu di bagian tema konferensi tertentu misalnya youth and peacebuilding dalam G20 ini,” kata Wasisto kepada Kompas.com, Senin (18/4/2022).

Sementara menurut Wasisto, penunjukan sosok yang kurang kapabel sebagai juru bicara akan berdampak pada penyampaian pesan presiden terhadap posisi Indonesia sebagai Presidensi G20. Terlebih, ketika kelak juru bicara tersebut dihujani pertanyaan oleh berbagai media internasional, tentunya dibutuhkan mental kuat, terutama ketika menjawab isu-isu sensitif yang melibatkan relasi antaranggota G20.

Menurut Wasisto, penunjukan Maudy Ayunda sebagai juru bicara bisa jadi hanya sebagai representasi simbolis yang mewakili anak muda. Maudy Ayunda dilibatkan sebagai faktor penarik supaya penduduk Indonesia, utamanya kalangan muda, tergerak mengikuti perkembangan Presidensi G20.

Kendati demikian, Wasisto menegaskan, penunjukan Maudy Ayunda sebagai juru bicara tak menjadi soal jika tugasnya sebatas menyampaikan isu yang berkaitan dengan tema anak muda. Di luar itu, pemerintah perlu juru bicara lainnya yang lebih kapabel untuk mewakili RI dalam menyampaikan isu-isu sensitif.